Kades Katulisan Banten Jadi Tersangka Korupsi, Dana Desa Diduga Buat Beli Skincare

Liputan6.com, Jakarta – Beberapa waktu lalu, beredar kabar Kepala Desa atau Kades Katulisan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten Erpin Kuswati terjerat kasus korupsi. Kini, sang kades telah menjadi tersangka dan bahkan sudah mendekam dalam tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang pada Selasa, 23 Mei 2023.

Mengutip laman dream.co.id, Kamis, 25 Mei 2023, perkara korupsi itu bermula ketika Desa Katulisan menerima anggaran tahun 2020 yang totalnya mencapai Rp1,3 miliar. Anggaran tersebut berasal dari Dana Desa Murni tahun 2020 senilai Rp724 juta dan sisa Dana Desa Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp585 juta.

Desa Katulisan kemudian kembali mendapatkan Dana Desa Murni tahun 2021 sebesar Rp1 miliar. Plh Kepala Kejari Serang, Adyantana Meru Herlambang, mengatakan bahwa penyidik mendapat sejumlah temuan dari penggunaan Dana Desa. Di antaranya kelebihan pembayaran dan tidak menyetorkannya ke Kas Desa, hingga tidak membayarkan honor penjaga kantor pada 2021.

“Ada kelebihan pembayaran yang tidak disetorkannya pajak ke Kas Negara, tidak diserahkannya honor kepada penjaga kantor, kegiatan fisik yang masih dalam proses perhitungan,” ungkapnya.

Adyantana mengatakan, Erpin ditahan selama 20 hari kedepan sejak 23 Mei 2023 di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Serang. Jaksa khawatir Erpin akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti, serta mengulangi tindak pidana. “Tersangka ditahan pada 23 Mei 2023 selama 20 hari ke depan di Rutan Klas IIB Serang,” terangnya.

Berdasarkan hasil sementara laporan audit Inspektorat Kabupaten Serang terkait pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2020 dan 2021, Erpin menyebabkan kerugian negara sebesar Rp499,3 juta atau hampir setengah miliar rupiah.

Sampai saat ini, belum bisa dipastikan aliran dana tersebut digunakan untuk apa saja dan kemana saja sehingga butuh proses penyelidikan lebih lanjut. Yang jelas, kasus korupsi seorang Kepala Desa di Banten menggegerkan masyarakat.

 

Soroti Wajah Ibu Kades

Banyak yang menduga bahwa dana itu digunakan untuk keperluan pribadi seperti untuk membeli baju hingga skincare. Kasus ini juga menarik perhatian banyak warganet, termasuk di akun Instagram @terangmedia

Dengan dana desa yang dikorupsi dan digunakan untuk membeli keperluan pribadi pelaku, warganet malah ada yang fokus kepada kondisi wajah Ibu Kepala Desa itu meski kabar pembelian skincare masih belum terbukti.

Wah jangan hoax lah pak, 500 juta? itu liat buktinya gk ada efeknya diwajah bu kades,” komentar seorang warganet.

Ya namanya hasil korupsi, ya pastilah dipake buat Macam2.. Bisa ke salon, liburan, skincare, dll.. Namanya juga uang curian,” tulis warganet lainnya.

Coba di telusuri..takutnya ud jdi sawah, mobil ataupun rumah. Ngakunya skincare biar gak bsa disita😂,” komentar warganet lainnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Serang, Rezkinil Jusar, mengatakan bahwa penyidik masih akan melakukan penyidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Erpin.

Ia menyebut, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil perhitungan pekerjaan fisik seperti pembuatan jalan cor dan paving block yang disinyalir tidak sesuai spesifikasi awal. “Penyidik berusaha untuk memperdalam dari temuan dari Inspektorat Kabupaten Serang tersebut,” katanya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *