Jembatan Bahtera Pulau Bangka-Sumatera, Ini Sejumlah Faktanya dan Keuntungannya

Kemudian untuk biaya pembangunan jembatan berkisar Rp 15 triliun yang bersumber dari APBN, menurutnya, dapat saja berubah karena melihat naiknya harga sejumlah barang kebutuhan.

“Kalau itu kemungkinan bisa berubah, karena melihat harga kebutuhan pokok juga. Tetapi kalau untuk manfaat tentu ini berdampak pada ekonomi barang-barang pokok kita semula lewat kapal laut, bakal melalui jembatan itu yang semula susah bakal menjadi lancar, karena tidak ada lagi kendala dari gelombang tinggi,” jelasnya.

Berikut ini sejumlah rangkuman fakta tentang jembatan antar pulau yang akan dibangun tersebut.

Bacaan Lainnya

1. Bernama Bahtera Sriwijaya

Jembatan yang diberi nama Jembatan Bahtera Sriwijaya itu akan menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka.

Hal itu dikatakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman ketika menerima kunjungan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru ke Babel, Kamis (17/9/20).

“Dari obrolan kami tadi, kami mengambil kesempatan untuk memberi nama Jembatan Sumatera-Bangka, yaitu ‘Bahtera Sriwijaya’,” ujar Gubernur Herman Deru.

Jembatan ini akan dibangun dengan menggunakan teknologi modern. “Tiang jembatan tentu harus tinggi, supaya tidak menghalangi jalur lalu lintas di laut,” pungkasnya..

2. Lokasi di Sebagin dan Tanjung Tapa Kecamatan Tunjung Selapan

Dalam sejumlah pertemuan telah sepakati titik lokasi jembatan penghubung yaitu untuk Sumatera Selatan dan Bangka Belitung terletak di Desa Tanjung Tapa Kecamatan Tunjung Selapan Kabupaten OKI Provinsi Sumsel dan Desa Sebagin Kabupaten Bangka Selatan.

3. Memiliki Panjang 13,5 Km

Jembatan ini memiliki total panjang jembatan 15 Km. Dan telah disepakati akan berlokasi di Desa Tanjung Tapa Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI Provinsi Sumsel dan Desa Sebagin Kabupaten Bangka Selatan.

Sehingga menghubungkan Provinsi Sumsel dengan Provinsi Kepulauan Babel sepanjang 13,5 kilometer.

Untuk selanjutnya, HD berharap hasil pertemuan yang telah dicapai agar segera ditindak lanjuti untuk melengkapi syarat usulan kepemerintah pusat yang sudah dinantikan. Rencananya pada tahun 2024 sudah ada progres pelaksanaan pembangunannya.

Pos terkait