SUMEKS.CO – Cerita Semar Mbangun Kayangan sangat menginspirasi. Ketokohan semar sebagai simbol rakyat jelata, mencoba membangun kayangan.
Seorang pemimpin harus memiliki rasa asah, asih, asuh, dan memelihara serta mengayomi. Tujuannya menciptakan negeri makmur, adil, sejahtera, dan sentosa, gemah ripah loh jinawi.
Simak kisahnya:
Alkisah dinegara Amarta sedang dilanda masalah.
Prabu Yudistira, bersama saudara saudaranya membahas sebab kegagalannya membangun negaranya. Longsor, bencana lain menghantui.
Tiba tiba datanglah Radja Dwarawati yaitu Betara Kresna yang menanyakan ketidak hadiran Semar dalam keraton Amarta. Dia menilai hal itulah yang menjadi sebab kegagalan tersebut.
Arjuna diperintahkan memanggil Semar dari Karang Kabuyutan untuk menghadap ke Amarta.
Mereka diminta membawa serta tiga pusaka kerajaan untuk membantu Semar membangun kahyangan.
Kresna melarang Para Pandawa berangkat ke Karang kabuyutan. Akibatnya terjadilah perdebatan dengan Petruk. Petruk menolak kembali ke Karangkabuyutan.
Dia hanya mau kembali apabila mendapat titah dari Pandawa.
Akhirnya Petruk disuruh menunggu diluar paseban guna menanti keputusan rapat para Pandawa.
Antasena yang bijaksana berjanji akan membantu Petruk dalam menghadapi tindakan Kresna.
Kresna yang mendengar kalau Semar akan membangun kahyangan mengajak Arjuna ke Suralaya untuk melapor kepada Betara Guru namun juga memerintahkan Gatotkaca, Antareja dan Setyaki untuk mengusir Petruk kembali ke Karang Kabuyutan
Prabu Yudistira bersama Bima, Nakula, dan Sadewa, merasa bimbang tidak mengabulkan permintaan Semar.
Mereka segera menuju Ketempat Pusaka Kraton atas usul dari Sadewa untuk mencari petunjuk. Mendadak ketiga Pusaka Kraton Amarta melesat hilang menuju Karang Kabuyutan.
Melihat kejadian tersebut Keempat saudara ini segera menyadari dan secara diam diam berangkat ke Karang Kabuyutan lewat pintu belakang istana.
Setyaki, Antareja dan Gatotkaca yang diperintahkan Kresna mengusir Petruk ternyata tidak mampu menghadapi Petruk yang telah bersatu dengan Antasena didalam tubuhnya.
Baru ketika menerima titah dari Arjuna, Petruk mau mematuhinya pulang terbang ke Karangkabuyutan dibantu Antasena. bersama Gatotkaca, Antareja dan Abimanyu
Setiba di Suralaya Kresna menghadap Betara Guru melaporkan rencana Semar membangun Kahyangan menyaingi Suralaya.
Mendengar laporan ini Betara Guru memerintahkan Betari Durga dan Betara Kresna untuk menghalangi rencana Semar tersebut.
Di Karangkabuyutan Semar menerima kedatangan Prabu Yudistira, Bima, Nakula, dan Sadewa, bersama ketiga Pusaka Kraton Amarta yang telah tiba terlebih dahulu bersama Petruk dan putra putra Pandawa.
Semar agak kecewa karena kedatangan Pandawa hanya Empat orang namun segera melakukan upacara ritual dengan memasukkan keempat bersaudara tersebut menjadi satu kedalam tubuh Semar.
Adapun Putra Pandawa bersama Petruk, Bagong, dan Gareng yang menjaga,diganggu makhluk halus Maling sukma menjadi saling bunuh,namun segera diatasi oleh Semar dan diberikan mantra untuk menghadapi segala kejahatan yang datang.
Kresna yang menyamar menjadi Raksasa sebesar bukit, ternyata tidak mampu menghadapi mantra tersebut; demikian pula Arjuna yang menyamar menjadi harimau yang sangat besar menjadi lemas dan tertangkap oleh para Putra Pandawa serta meminta ampun kepada Semar,
Kresna pun mendapat marah dari Semar karena sebagai raja tidak waspada dan melakukan tindakan tanpa memeriksa terlebih dahulu duduk perkaranya.
Bahkan, Semar marah kepada Betara Guru sehingga berangkat ke Suralaya, serta mengobrak – abrik Suralaya.
Tidak ada satupun senjata yang mampu melumpuhkan Semar; sehingga Betara Guru melarikan diri ke Karang Kabuyutan.
Namun kemarahan Semar tidak dapat dihindari, dimanapun Batara Guru bersembunyi selalu ditemukan oleh Semar, hingga Betara Guru meminta Perlindungan para Pandawa dan meminta ampun kepada Semar atas segala kesalahannya.
Setelah kemarahan Semar mereda dan mengampuni Betara Guru maka kembalilah Betara Guru ke Suralaya. *
