“Duh! Penjual Takoyaki Ini Ketahuan Nyambi Jualan Kokain”

Jakarta – Banyak akal pengedar narkoba yang bikin geleng-geleng kepala. Terbaru, kokain dijual bersama paket takoyaki oleh penjual ini. Begini kisahnya.
Kasus penjualan narkoba terus diburu oleh otoritas berwenang di tiap negara demi mencegah peredarannya meluas. Merekapun harus ekstra teliti mempelajari motif-motif yang dipakai pengedar narkoba.

Pasalnya pengedar narkoba punya 1001 akal untuk memasarkan zat terlarang tersebut. Salah satunya dijual bersama makanan populer seperti takoyaki.

Mengutip Sora News 24 (27/2), penjual takoyaki di Nagoya, Jepang ini ketahuan menjual narkoba disamping aktivitas regulernya menawarkan takoyaki. Untuk mendapatkan barang haram tersebut, pembeli harus menyebutkan kata sandi.

Tentunya kata sandi itu hanya diketahui oleh kalangan tertentu yang memang berada dalam lingkaran peredaran narkoba. Menurut keterangan polisi Nagoya, tersangka penjual narkoba itu adalah Masamichi Shimizu, pria 29 tahun yang sehari-hari jualan takoyaki.

Takoyaki jadi jajanan khas Jepang yang juga populer di Indonesia. Sejak pertama kali dibuat hingga saat ini, takoyaki tak pernah absen dalam setiap festival.

Penjual takoyaki di Jepang kedapatan juga menjual kokain. Foto: iStock
Kokain tidak dicampurkan ke adonan takoyaki, tapi dikemas dalam kantong Ziploc. Nantinya kantong ini akan disisipkan ke dalam tas yang lebih besar bersama pesanan takoyaki. Jadi, sistemnya pembelian kokain harus disertai takoyaki.

Pada 15 Februari 2023, Shimizu dan pegawainya, Takao Suzaki ditangkap atas kepemilikan 0,7 gram kokain. Polisi meyakini mereka bertujuan menjual kokain tersebut.

Penggalian polisi selanjutnya menemukan bahwa ada aliran dana dari kios takoyaki ke grup manajemen di Prefektur Mie yang menjalankan bar tanpa izin. Praktik ini seperti menyalurkan keuntungan penjualan narkoba kepada mereka.

Empat anggota kelompok itu diduga memiliki ikatan yakuza. Saat ini total ada 6 orang yang ditangkap terkait peredaran kokain oleh penjual takoyaki.

Penjualan narkoba melibatkan makanan sebenarnya bukan kali ini saja. Sebelumnya banyak kejadian viral terkait akal-akalan pengedar narkoba dalam menyelipkan barang haram tersebut ke makanan.

Contohnya ketika 37 gram heroin dan ratusan kilogram narkoba lain diselundupkan sebagai isian pepaya di Singapura. Sebelumnya narkoba itu dimasukkan dulu ke bongkahan es batu, baru dimasukkan ke dalam pepaya yang dibuka dengan hati-hati dan ditutup kembali.

Mengutip World of Buzz (20/9/2022), Biro Narkotika Pusat Singapura mengatakan nilai narkoba yang diselundupkan mencapai sekitar Rp 1,3 miliar kala itu. Beruntung kejadian kriminal ini berhasil digagalkan.

Narkoba dalam biji kopiNarkoba dalam biji kopi. Foto: Oddity Central
Tak kalah mencengangkan, polisi Italia pernah menemukan narkoba bentuk biji kopi. Mengutip Oddity Central (21/7/2020), pegawai bea cukai di Bandara Malpensa awalnya menemukan paket kecil dari Kolombia yang ditujukan kepada seorang pria bernama Santino D’Antonio.

Curiga dengan paket tersebut, pegawai bea cukai memeriksanya lebih lanjut. Tampak ada 2 kilogram bji kopi Kolombia yang terkenal enak dan sering diekspor.

Dari jauh, biji kopi itu tidak mencurigakan, namun saat dilihat lebih dekat, ada beberapa biji kopi yang warnanya lebih gelap. Petugas berwajib lantas menemukan bintik-bintik yang lebih gelap pada biji kopi itu adalah potongan pita perekat yang terpisah.

Begitu dibuka dengan cutter, barulah terlihat ada bubuk putih dalam biji kopi yang ternyata kokain. Secara keseluruhan terdapat 130 biji kopi palsu isi kokain di antara 500 biji kopi yang ada dalam pake

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *