Drs KH Mudrik Qori Pengasuh (Mudir) Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dapat penghormatan khusus dari Duta Besar Jepang. Orang yang menjabat Ketua Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Prov Sumsel diundang untuk berbuka puasa oleh Kanasugi Kenji Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, di Jakarta, Jumat 14 April 2023.
KH Mudrik Qori disambut langsung oleh Dubes Kanasugi Kenji di dampingi Direktur Politik Tanaka Motoyasu dan Reseacher Izawa Tomomi, beserta jajaran dengan sangat ramah dan penuh keakraban.
“Dubes Jepang tersebut “agam nian” (senang sekali) dengan Kiai Mudrik Qori, yang juga Ketua Hariana LPTQ Sumsel,” ujar Ust Eko Arisandi, Sekretaris Yayasan Ponpes Al-Ittifaqiah yang mendampingi Kiai Mudrik pada acara tersebut.
Ditambahkan Ustad Eko Arisandi (UEA) KH Mudrik Qori bersama para tamu lainnya, disuguhi hidangan berbuka dengan makanan masakan Jepang Acara buka puasa ini, kata UEA merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan Dubes Jepang.
Keakraban ini dimulai dari adanya kerjasama dengan PPIM UIN Jakarta yg dimulai dari tahu 2004. Pemerintah Jepang kemudian mempunyai program mengudang para pimpinan pondok pesantren untuk berkunjung ke Jepang dalam rangka studi pendidikan dan budaya di Negeri Sakura tersebut.
Kerjasama juga berbentuk pertukaran pelajar. Sudah 4 kali santri Ittifaqiah ‘nyantri’ di Jepang. Jepang juga mengucurkan bantuan grast roote untuk pesantren. ”Berupa Gedung belajar dan mobilier untuk Madrasah Ibtidaiyag (MI) yang tahun ini diperoleh ponpes Al-Ittifaqiah,” jelas Ustad Eko yang juga Kabid Pemberdayaan dan Fasilitasi LPTQ Sumsel.
Selain KH Mudrik Qori hadir dari Sumsel dalam kesempatan yakni Mudir Ponpes Ar-Rahman Tegal Binangun Palembang, Kiyai Moh Muchsan ini pernah diundang ke Jepang tahun 2017.
Sementara dari Ponpes Al-Ittifaqiah juga hadir Ketua Yayasan Ust HM Joni Rusli dan Sekretaris Yayasan, Ust Eko Arisandi. KH Mudrik Qori sangat mengapresiasi inisiatif Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang menggaet para pimpinan pondok pesantren.
Selain mengunjungi Jepang, hubungan tersebut terus dijalin dengan hangat melalui acara buka puasa dan undangan resmi lainnya, seperti menghadiri ulang tahun Kaisar Jepang dan ulang tahun Hubungan Jepang-Indonesia.
“Hubungan baik yang dijalin secara langsung kepada pondok-pondok pesantren seperti yang dilakukan Kedutaan Jepang ini patut ditiru oleh kedutaan negara-negara sahabat yang lain,” tandas Kiai Mudrik Qori.
Menurutnya, melalui hubungan tersebut selain mengetahui hazanah tradisi Islam pesantren yang khas di setiap daerah, juga memberikan pemahaman dan wawasan global bagi pesantren.
Tampak hadir dalam buka bersama tersebut Direktur Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Dr Waryono, Rektor UIII Prof Komaruddin Hidayat, Rektor dan Warek III dan IV UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar dan Prof Ali Munhanif seeta DR Din Wahid, Warrk Direktur Pusat Kerjasama Indonesia-Jepang Prof Jamhari Ma’ruf, Direktur PPIM UIN Jakarta Prof Ismatu Ropi, dan sejumlah pimpinan pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.(*)
