“Dewan Kritik Pemkot Depok Gusur SDN Pocin 1: Katanya Kota Ramah Anak!”

Depok – Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Babai Suhaimi mengkritik kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang akan menggusur SDN Pondok Cina (Pocin) 1 untuk menjadi masjid. Dia juga menyayangkan Pemkot Depok memaksa siswa angkat kaki usai ujian akhir semester (UAS) ganjil.

“Saya sebagai anggota DPRD melihat kejadian yang terus-menerus seperti ini sangat miris dan menyayangkan. Kenapa sih harus sampai ada tindakan pemaksaan seperti itu. Apa ruginya bagi masyarakat dan Pemkot Depok jika memang di situ tetap berdiri SDN kan gitu,” kata Babai kepada wartawan, Selasa (6/12/2022).

Politikus PKB ini menyebut Pemkot terlalu memaksakan kebijakan rencana pembangunan masjid di bekas lokasi SDN Pocin 1 tersebut. Dia kemudian mempertanyakan status Kota Depok sebagai kota ramah anak.

“Atau apa ruginya bagi pemerintah, walkot terutama, karena saya melihat Pak Wali yang terlalu memaksakan. Apa ruginya bagi Wali Kota ketika memang pembangunan masjid itu ditunda. Apalagi Depok katanya kota ramah anak, kota layak anak kan gitu,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat bukannya tidak berkenan untuk direlokasi. Hanya saja, perlu cara yang lebih baik dari Pemkot Depok kepada masyarakat.

“Masyarakat ini kan bukan tidak mau dipindahkan. Tapi caranya kan gitu. Kemudian adalah penggantinya, masa yang namanya orang dipindahkan, berarti kan ada sesuatu yang kurang. Seharusnya ketika dipindah, mendapatkan yang lebih baik,” ujarnya.

“Seorang dipindah mungkin ada sesuatu yang kurang baik. Maka ketika dipindah, harus yang lebih baik yang didapatkannya, bukan sebaliknya,” tambahnya.
Polemik SDN Pocin 1 Diganti Masjid

Pemkot Depok membatasi kegiatan belajar mengajar di SDN Pocin 1 hingga Jumat (9/12). Siswa SDN Pocin 1 dipaksa angkat kaki pada pekan selanjutnya.

“Kita membatasi proses belajar mengajar maksimal sampai tanggal 9, setelah itu pada tanggal 12 Desember mereka sudah harus pindah ke SDN Pondok Cina 3 dan 5, yang berkenan untuk pindah,” kata Sekda Depok, Supian Suri, usai audiensi pada Rabu (30/11).

Per Senin (5/12), ada sekitar 180 siswa yang mengikuti penilaian akhir semester (PAS). Ujian akhir semester (UAS) itu akan digelar hingga Jumat (9/12) nanti. Setelah itu, pada Senin (12/12) siswa diharuskan ‘angkat kaki’ dari SDN Pocin 1 untuk pindah ke sekolah lain.

Rencana relokasi SDN Pocin 1 karena di lahan tersebut akan dibangun masjid ramai dikritik oleh anggota DPRD Kota Depok hingga sejarawan. Meski begitu, Pemkot Depok tetap menjalankan rencana tersebut.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan lokasi masjid raya bisa dipindah jika polemik lahan SDN Pocin 1 belum beres. Dia juga meluruskan berita yang menyebut rencana pembangunan masjid di lahan SDN Pocin 1 merupakan perintah dirinya selaku Gubernur Jabar.
Baca juga:
Warga Prihatin SDN Pocin 1 Mau Direlokasi: Di Sini Nggak Kekurangan Masjid

“Pemerintah Provinsi Jabar kapasitasnya hanya menampung aspirasi daerah. Mau alun-alun silakan, mau pariwisata, gedung kesenian, maupun masjid/rumah ibadah, silakan,” kata RK dalam akun Instagramnya seperti dilihat, Kamis (17/11).

Dia mengatakan Pemkot Depok selama ini melapor ke Pemprov Jabar kalau lahan untuk masjid sudah aman. RK mengaku sempat bertanya mengapa SDN 1 Pocin harus direlokasi.

RK berharap polemik relokasi SDN Pocin 1 bisa segera dituntaskan lewat musyawarah. Dia mengatakan lokasi proyek masjid bisa dipindah atau bahkan batal jika lahan tak jelas.
(jbr/dnu)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *