SUMEKS.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menindaklanjuti pernyataan pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu, Panji Gumilang, yang memperbolehkan khatib Jumat seorang wanita.
“Di dalam fatwa ini menjelaskan, bahwa Salat Jumat yang khutbahnya dilakukan oleh wanita di hadapan laki-laki, hukum khutbah dan Salat Jumatnya tidak sah,” ungkap Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu, 24 Juni 2023.
Dijelaskan dalam fatwa tersebut, bahwa Salat Jumat adalah kewajiban muslim laki-laki dan mubah atau diperbolehkan untuk dilakukan oleh perempuan.
“Di dalam Salat Jumat ada salah satu rukun yang bernama khutbah. Sebagai rukun, maka khutbah ini kedudukannya begitu penting dan tidak dapat ditinggalkan,” ujarnya.
Khutbah merupakan bagian dari ibadah mahdlah yang harus mengikuti ketentuan syariat, diantaranya harus dilakukan oleh laki-laki.
Karena posisi khutbah sebagai rukun Salat Jumat, maka khutbah yang dilakukan wanita di hadapan laki-laki juga membuat hukum Salat Jumatnya tidak sah.
“Khutbah Jumat yang dilakukan wanita di hadapan jamaah laki-laki, hukum khutbahnya tidak sah,” katanya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta mengimbau, supaya umat Islam berpegang teguh pada ajaran agama yang lurus dan mewaspadai berbagai bentuk penyimpangan.
“Umat Islam hendaknya berhati-hati dalam memilih tempat pendidikan untuk anak-anak, dan negara wajib menjamin perlindungan terhadap ajaran agama dari penyimpangan, penodaan, maupun penistaan,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan oleh SUMEKS.CO, bahwa salah satu kontroversi yang dilakukan Panji Gumilang yakni akan menggelar Salat Jumat yang bertugas sebagai khatibnya adalah seorang perempuan.
Dikutip dari akun @Denai Siuda di media sosial Snack Video, Pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu, Syekh Panji Gumilang mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menampilkan seorang pelajar putri sebagai Khatib pada Salat Jumat.
“Ini sebentar lagi Khatib Salat Jumat pelajar putri. Terlepas Kementerian Agama marah, nggak apa-apa,” ucap Syekh Panji Gumilang pada video tersebut.
“Najis amat ini perempuan. Ada perempuan di depan, dikomentarin, najis amat ini perempuan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Syekh Panji Gumilang juga mengungkapkan, bahwa Ponpes Al Zaytun Indramayu ini menganut Mazhab Soekarno dan Mazhab Soeharto.
“Dalam bidang pembaharuan kita menganut Mazhab Soekarno, dan dalam bidang politik pembangunan Mazhab Soeharto,” tegasnya.(*)
