Templates by BIGtheme NET
tarip-angkutan-taxi

Sepakat Tarif Minimum

Jumlah taksi yang beroperasional di metropolis makin ramai. Selain taksi bandara Balido dan Primkopau, ada Kotas dan Blue Bird. Baru-baru ini hadir Star Cab. Sayangnya, kadangkala persaingan tarif dan perebutan rute tak terelakkan. Akibatnya kerusuhan seringkali tak dapat dihindari.
—————————————————

PULUHAN sopir taksi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, yakni Primkopau dan Balido bersama Kotas yang biasa mangkal di International Plaza berkumpul di pool bandara (Kopkar Pura II Balido), sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin (1/6). Sopir-sopir itu protes atas kehadiran Star Cab Taxi di bandara. Membuat jumlah penumpang mereka turun drastis. Penyebabnya, tak lain karena tarif Star Cab lebih murah sehingga penumpang banyak lari.
Karena itu, mereka menuntut Star Cab Taxi menyamakan tarif yang berlaku. Enem, sopir taksi Balido mengaku 150 taksi bandara berlakukan tarif minimum kepada penumpang Rp50 ribu dan tarif buka pintu Rp6 ribu ditambah argo sesuai jarak perjalanan. Tetapi berbeda Star Cab justru berlakukan tarif minimum Rp30 ribu dan tanpa charge pertama.
“Itu membuat kami rugi karena penumpang akan beralih ke Star Cab,” jelas Enem. Apalagi unit Star Cab yang masuk pun banyak, 50 unit. “Kalau terus-terus begini bagaimana kami bisa dapat penumpang lagi?” keluhnya. Sehari, dia sendiri hanya bisa kantongi uang Rp60 ribu. “Bos marah karena tidak dapat uang lebih,” ucapnya lagi.
Sebenarnya, pihaknya sempat menolak dan tak bisa berbuat banyak. “Karena mereka bilang taksi bandara kurang khususnya siang-sore hari. Dalih Star Cab juga demikian makanya mereka usul masuk ke PT Angkasa Pura II dan diizinkan,” cetusnya. Sebenarnya, kalau jumlah taksi kurang itu tidak benar.
“Taksi bandara banyak angkut penumpang di waktu itu dengan jarak yang jauh. Macet pembangunan Light Rail Transit (LRT) membuat perjalanan kami jadi lama. Bandara-Plaju bisa tiga jam,” tukasnya. Pihaknya menuntut supaya tidak rugikan taksi bandara, Star Cab harus samakan tarif dan jumlahnya dibatasi. “Apalagi jelang puasa ini penumpang menurun drastis,” tuturnya.
Ali, sopir taksi Kotas mengungkapkan hal serupa. “Jumlah kami tidak banyak, tapi kami juga dirugikan. Tarif kami sama dengan taksi bandara,” tegasnya. Dia berharap ada solusi pihak bandara dan koperasi agar persaingan memperebutkan penumpang bisa lebih adil.
Sopir Star Cab Taxi, Ian mengatakan, memang per 1 Juni pihaknya sudah mendapat izin dari bandara untuk mengambil penumpang di sana. “Kalau nggak ada izin ya mana mungkin kami berani ngetem di bandara,” ujarnya saat ditemui koran ini di depan Hotel Amaris, kemarin (1/6). Ian mengungkapkan, kalau masalah demo biasalah. “Saya dulu pernah di Blue Bird tahun 2011, protesnya juga sama.”
Dengan kondisi seperti ini, dia sendiri memiliki banyak pertimbangan ke bandara. “Meski ada izin, ya jaga-jaga diri. Kalau berbahaya ngapain dipaksa, ingat anak istri di rumah,” ujarnya. Agung, sopir Star Cab Taxi lain menambahkan soal tarif Star Cab terbilang bersaing dengan taksi lain pada umumnya. “Kalau di luar bandara, kita pasang tarif argo Rp5 ribu per km dan buka pintu (charge masuk) Rp7 ribu.”
Sementara Seno (32), sopir Star Cab justru baru tahu kalau taksi bandara berlakukan tarif minimum Rp50 ribu. “Kami memang sudah ada izin dari kantor. Tapi sejauh ini belum ada arahan manajemen untuk kami terus-terusan ngetem di sana. Hari ini (kemarin, red) tidak ada taksi kami yang masuk bandara,” sebutnya.
Sebagai pendatang baru, Seno bersama teman-temannya sesama sopir berusaha merangkul sopir-sopir taksi lain. “Berbagi penumpang, berbagi rezeki sama-sama,” tuturnya. Makanya dia bersyukur saat mangkal di Hotel Amaris, sopir Blue Bird yang sering mangkal lebih dulu menerima kehadiran mereka. “Jadi kami bisa gantian bawa penumpang hotel,” jelasnya.
Nah, kalau sedang banyak penumpang dan mereka tidak bisa melayani semua. Dia justru berbagai dengan sopir Primkopau atau Kotas yang melintas. “Saya setopi sopir taksi itu, minta bantu supaya mereka mau ngantar penumpang.”
Dirut Star Cab Taxi, Hj Percha Leanpuri mengatakan demo itu hanya miskomunikasi saja. “Kami tidak tahu tarif minimum itu Rp50 ribu, tarif minimum kita Rp30 ribu berlaku di bandara atau luar bandara. Kalau sopir lain protes, kami akan ikuti tarif yang berlaku di bandara,” jelasnya.
Diakuinya, per 1 Juni Star Cab resmi beroperasi di Bandara SMB II. Pihaknya pun sudah memiliki counter khusus di sana. “Bandara sudah jadi target kami sejak tiga bulan lalu karena banyaknya penumpang di sana. Kami juga ada rencana menambah armada,” imbuhnya.
Kepala Divisi Operasional Bandara SMB II, Achmad Kadir mengatakan, PT Angkasa Pura (AP) II sudah kontrak kerja sama dengan Star Cab untuk layani penumpang bandara. Taksi ini jelas beda dengan taksi bandara karena jenis minibus dan muatannya besar. “Selama ini kami juga sediakan angkutan minibus. Jadi jangan sampai ada saingan karena apa yang kami terapkan sudah dipertimbangkan,” ungkapnya.
Dia menegaskan setiap tahun jumlah penumpang Bandara SMB II terus meningkat. Sekarang saja 11.000 penumpang per hari dari 13 maskapai. Mestinya, kata dia, taksi di bandara bisa bersaing sehat seperti halnya maskapai. “Walaupun airlines menawarkan tujuan yang sama namun mereka aman-aman saja,” cetusnya.
Penambahan Star Cab, katanya, sebagai persiapan bandara menyongsong Asean Games 2018. Karena ke depan Bandara SMB II bakal ramai didatangi warga seluruh dunia. Jadi saat penumpang minta taksi kapasitas besar, bandara siap. “Lebaran ini kebutuhan taksi juga bisa meningkat pesat sehingga perlu antisipasi,” ungkapnya.
Ketua Koperasi Lanud Palembang, Kapten Kes S Widodo mengatakan, pihaknya sudah mendengar semua keluhan sopir. “Sudah kita selesaikan,” sebut dia. Mulai kemarin pihaknya menetapkan tarif minimum Star Cab sama dengan taksi lain. Star Cab juga wajib berlakukan charge untuk semua penumpang. “Total di bandara ada 150 unit taksi. Untuk mengambil penumpang bandara wajib antre,” tegasnya. Pihaknya pun batasi operasional Star Cab di bandara hanya boleh 20 unit. (uni/win/cj10/qiw/fad/ce2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful