Templates by BIGtheme NET
poldasumsel

Akhirnya Mabes Polri Copot Perwira Polda Sumsel

JAKARTA – Mabes Polri langsung mencopot oknum-oknum nakal dari jabatannya?di Polda Sumatera Selatan terkait proses seleksi calon anggota Polri tahun?2015. Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto mengatakan Mabes Polri?telah membuat telegram rahasia terkait pencopotan para oknum tersebut.

“Kapolda (Sumsel) sudah usulkan agar para pejabat-pejabat yang sedang?dilakukan pemeriksaan itu agar diganti. Saya sudah laporkan ke Kapolri atas?usulan dari kapolda,” ujarnya kemarin (31/3) ditemui di ruang kerjanya.

Arief memperkirakan kasus itu terjadi sebelum tahun 2017. Meski ia tidak?dapat memastikan, praktek kotor itu sudah berlangsung berapa lama. Siapa?saja yang terlibat di dalamnya juga ia tidak bisa memastikan apakah?terstruktur dan terorganisir. “Kronologisnya saya belum tahu. Itu masih?berlangsung pemeriksaannya,” kata Arief.

Menurutnya Polri tidak mau mengambil risiko menempatkan pejabat-pejabat?yang kini berstatus terperiksa itu. Karena pada April ini Polri akan?kembali melakukan penerimaan calon anggota Polri. Dan Mabes Polri ingin?menjamin agar rekrutmen calon anggota Polri bersih dari praktek curang dan?bebas biaya.

Ia mengingatkan agar para calon anggota polisi atau orang tuanya tidak?terperdaya iming-iming lulus seleksi dengan membayarkan sejumlah uang.?Arief membeber sejumlah modus pelaku yang patut diwaspadai jika ada orang?yang datang kepada calon atau keluarganya, dan menjanjikan lulus seleksi,?maka itu harus ditolak.

“Jadi pelaku sudah tahu kalau si calon ini memiliki?nilai bagus dan berpeluang lulus. Dan pelaku menemui calon yang berpeluang?lulus dan mengatakan bahwa nilainya jelek,” jelas Arief.

Dilanjutkan, si calon atau orangtuanya khawatir bakal tidak lulus.?Lantas disitulah terjadinya transaksi kecurangan tersebut. “Jadi pelaku?memanfaatkan ketidakpercayaan diri calon yang bakal lulus ini. Padahal?kalau si calon yakin dapat lulus dengan kemampuannya sendiri praktek ini?tidak akan terjadi,” jelasnya.

Karo Penmas Brigjen Rikhwanto menerangkan penangkapan 8 anggota polisi itu?terkait penyimpangan rekrutmen anggota kepolisian. “Dalam rekrutmen anggota Polri kita terapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Diharap gak ada?lagi anggota yg bermain dalam rekrutmen,” ungkapnya.

Kasus di Sumsel katanya yang ditemukan penyimpangan tahun 2015. Dari lidik?Div Propam, tim Itwasum dari Mabes Polri, didapatkan beberapa anggota?polisi yang melakukan penyimpangan rekrutmen. “Dari mereka disita uang?Rp4,7 miliar dari beberapa periode rekrutmen anggota polri. Kena etik?disiplin dan etik profesi ditangani propam,” ujarnya.

Namun sementara ini Rikhwanto belum bisa menyebutkan sanksinya. “Kita masih?lakukan riksa. Uang yang kita sita dari rekening yang ada. Sementara kita?kenakan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi. Bisa didemosi, bisa gak ?ada hak untuk berkarir seperti kenaikan pangkat, promosi, sekolah, sampai?berhenti tidak hormat,” ungkapnya.

Terpisah Kadiv Humas Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan sejumlah pamen Polda?Sumsel itu diduga melanggar prosedur terkait penerimaan calon anggota?polisi. Berapa tarif yang dikenakan terhadap seorang calon, Boy?mengaku belum sampai rinciannya. Yang jelas mereka-mereka itu sebagai?panitia yang melakukan rekruitmen tahun 2015,” tambah Boy. Status para?pamen itu sementara ini masih terperiksa.(ran)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful