Templates by BIGtheme NET
03-5 (1)

Member Arisan Online Teriak dan Pemilik D4F Disidangkan

PALEMBANG – Bisnis investasi bodong bermetamorfosa. Masih tetap menghimpun dana dari para member, tapi pakai label arisan online. Sistemnya pun mirip. Kasusnya mencuat setelah para anggotanya sadar mereka telah tertipu dan uang tak kembali.

Di Sumsel, sudah ada beberapa. Kemarin (6/4), perkara yang sama kembali terungkap. Member-nya ada sekitar 102 orang, dengan total kerugian mereka mencapai Rp800 juta.

Mereka ada yang ikut investasi uang, ada juga yang jadi member arisan menurun. Salah seorang korban, Rere (27) bersama dua korban lain, Ims (25) dan Yg (34) mendatangi Polresta Palembang, kemarin. Perempuan yang berprofesi sebagai kontraktor itu mengatakan, awalnya dia dan terlapor, Fn (29), kenalan di facebook.

Warga Jl Bambang Utoyo itu kemudian tertarik dengan akun Arisan Emas Sumsel yang dikelola terlapor. Setelah saling kenal, terlapor mengajak pelapor kerja sama dalam bidang investasi uang.

Dengan bayar Rp500 ribu, dalam waktu dua bulan, uang yang diinvestasikan pelapor akan dikembalikan sebesar Rp1,5 juta. Kalau ikut lima nomor senilai Rp2,5 juta, maka selain dapat keuntungan uang ganda, maka akan juga mendapatkan bonus 1 gram logam mulia.

Investasi dan uang arisan disetor oleh peserta kepada terlapor dengan cara ditransfer via ATM. “Saya ikut lima nomor. Namun, sampai saat ini uang saya Rp4.350.000 belum dikembalikan,” bebernya. Pelapor baru sadar telah ditipu 3 Maret lalu. Saat itu, Rere giliran dapat hasil investasinya. Namun, dia heran uangnya tak dibayar.

Dia lalu membuka facebook yang dikelola terlapor. Ternyata, banyak member lain yang juga mengeluhkan uang arisan dan investasi mereka belum dibayar. Akhirnya, pelapor berkomunikasi dengan para member lain dan terungkap kalau ada masalah.

Dia tak menduga investasinya bakal macet seperti ini. Di awal keikutsertaannya, pelapor pernah ketemu dengan terlapor di sebuah rumah makan. Bahkan, dia telah mendapat logam mulia seberat 1 gram dari investasi tersebut.

“Pertama lancar, kemudian mulai telat dan sekarang tidak pernah dibayar lagi,” bebernya. Diakui Rere, kedatangannya untuk melaporkan kasus itu sekalian membawa surat pernyataan dari 102 member lain yang juga merasa tertipu.

“Kawan-kawan memberikan kuasa kepada saya untuk melapor. Ada yang tertipu Rp30 juta, Rp20 juta dan lainnya,” ucap dia. Rere mengaku sempat memberikan tenggat waktu 1,5 bulan kepada terlapor untuk mengembalikan dana investasinya.

Namun, banyak alasan yang dilontarkan. “Sudah kami hubungi, tapi nomor teleponnya tidak aktif. Alasan facebook di-hack dan macan-macam alasan lain,” cetus Rere. Dia sudah datangi rumah terlapor di Jl Tanjung Pandan, Kelurahan Sialang, Sako.

“Ternyata tidak ada apa-apa d isana. Hanya orang tuanya di sana. Kabarnya dia sekarang tinggal di rumah mertuanya,” ungkap pelapor. Korban lain, Ims (25) mengaku dia ikut arisan online dengan sistem menurun yang juga dikelola terlapor.

“Aku rugi Rp10 juta,” ujarnya. Sistem arisan menurun itu bayar per minggu. Dijanjikan, yang terakhir mendapatkan giliran akan memperoleh uang lebih besar dari total yang dibayarkan.

“Arisan ini jalan per minggu dengan 50 orang. Aku dapat nomor 25, tapi belum juga dibayar,” sambungnya seraya menyebut arisannya sudah berjalan enam bulan terakhir. Di awal ikut, uang arisan dibayar tepat waktu. Mulai kolaps akhir Desember 2016. Korban lainnya, Yg (34) juga menderita kerugian Rp10 juta karena arisan menurun tersebut. “Saya bayar terus, giliran dapat, uang tak dibayar,” ujarnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB melalui Kasat Reskrim, Kompol Yon Edi Winara menyatakan, pihaknya telah menerima laporan pelapor. “Segera diproses dan ditindaklanjuti,” tandasnya.

Kasus penipuan bermodus arisan ini bukan yang pertama. Pada 3 April lalu, puluhan ibu rumah tangga (IRT) mendatangi sebuah rumah di Jl Malboro, Kelurahan Bandar Jaya. Mereka berusaha meminta pertanggungjawaban H, yang diduga telah melarikan uang arisan online ibu-ibu itu.

Untuk menarik minat agar para korban mau ikut arisan ini, member dijanjikan mendapat untung 100 persen setelah lima hari penyetoran modal. H lalu menunjuk seorang bandar untuk mengelola bisnis itu. Karena tergiur untung besar, informasi adanya arisan dengan setoran minimal Rp100 ribu itu dengan cepat menyebar.

Dalam tiga bulan member yang bergabung dalam arisan online ini mencapai 83 orang. Ada yang menyetor puluhan hingga ratusan juta. Sistem arisan online ini, orang pertama sebagai bandar dapat keuntungan dari orang kedua (member). Sedang member dapat untung dari bandar.

Nah, H diduga dapat untung dengan mengutip biaya administrasi 20 persen dari tiap bandar dan member. Belakangan diketahui kalau sang bandar hanya akal-akalan saja, semua kembali kepada H.

Penipuan bermodus arisan online juga pernah heboh di OKI. Uang arisan yang informasinya mencapai Rp1 miliar lebih dibawa kabur pengelola arisan tersebut, Jr dan wanita yang diduga istrinya.

Para member yang bergabung masuk dalam grup tertutup arisan online. Jumlahnya terdata 900 orang lebih. Mereka dari berbagai kalangan, PNS, pekerja swasta hingga ibu rumah tangga. Ketahuan ada masalah dalam arisan online ini saat akun facebook grup tersebut diblokir 17 Oktober 2016 lalu.

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Kantor Regional VII, Lina mengatakan, pihaknya hanya berwenang mengawasi investasi yang terdaftar resmi. “Jika ilegal, harus ada pengaduan dulu, baru akan ditindaklanjuti Tim Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi,” bebernya.

Selanjutnya Tim Satgas Waspada Investasi yang beranggotakan perwakilan dari otoritas keuangan, kepolisian, hingga pengadilan akan mengusut sesuai jenis pengaduan dan kasusnya. “Di Sumsel, mulai 2015-2017, yang dilaporkan ilegal ke OJK ada tiga yakni D4F, Varian Charity dan Lautan Emas,” tukasnya.

bos-d4f-indonesia-57198aba8123bdbf04299535

Ada 81 Saksi

Khusus perkara D4F, owner-nya, Fili Muttaqien saat ini dalam proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Pada 3 April lalu, jaksa penuntut umum (JPU) Kurniawan SH menghadirkan enam saksi.

Keterangan mereka cenderung memberatkan terdakwa. Pengakuan Indah, salah seorang saksi dalam sidang kemarin, dia menyetor modal awal untuk ikut investasi ini sebesar Rp1 miliar lebih. “Modal awal saya itu dari beberapa orang dari keluarga saya sendiri,” bebernya.

Indah mengaku tertarik berinvestasi besar karena diiming-imingi keuntungan yang menggiurkan. Satu hari satu persen. Saksi lain, Diki menceritakan dalam sidang itu, dia tergiur jadi member setelah mengikuti seminar yang digelar terdakwa. Hanya dengan duduk diam, jadi member D4F akan dapat keuntungan berlipat.

“Dalam 15 hari dapat 15 persen, dan keuntungan itu dibayarkan pada hari ke-17,” ungkapnya. Masa 17 hari dalam bisnis investasi tersebut disebut satu cycle (putaran). Setelah satu putaran habis, member harus membeli tiket lagi seharga Rp200 ribu.

Menurut Diki, jika tidak membeli tiket lagi, maka akunnya sebagai member D4F akan hangus. “Dengan kata lain, kalau tidak membayar tiket lagi, modal awal kita juga ikut
hangus. Ini seperti ancaman agar kita terus mengikutinya,” cetusnya.

Nah, aturan tersebut tidak ada penjelasannya sebelum dia bergabung menjadi member. Tapi setelah masuk ke dalam sistem, barulah ketentuan untuk membeli tiket setelah satu putaran itu diketahuinya.

“Sistem ini yang mengatur kita harus menyetor ke rekening siapa,” katanya. Sistem juga memberikan pilihan kepada setiap member setiap putaran habis, mau lanjut atau hangus.

Empat saksi lain, Edwar, Murwati, Jumiati dan Wawan yang dihadirkan JPU juga memberikan keterangan tak jauh berbeda dengan dua saksi sebelumnya.

Kuasa hukum yang mendampingi Fili dalam sidang 3 April lalu, Hendrik Priyatna SH MHum menyebutkan, keterangan dari keenam saksi yang dihadirkan jaksa tidak sepenuhnya dibenarkan kliennya.

“Mungkin mereka yang hari ini (kemarin ) dihadirkan sebagai saksi baru gabung ke D4F. Kalau yang sudah lama tentu sudah balik modal,” ucap dia. Hendrik mengungkapkan, total akan ada 81 saksi yang bakal dihadirkan dalam persidangan. Artinya, saat ini belum separuhnya.

Dia yakin akan banyak hal menarik yang bakal terungkap dalam persidangan ke depan. Sebagai penasihat hukum, pihaknya bakal berupaya meringankan Fili. “Untuk Fili, kami dari tim kuasa hukumnya sudah mengingatkan dia agar menjaga kesehatan karena sidang masih panjang,” tandasnya. (chy/irw/gti/cj10/ran/kms/ce1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful